Materi Sejarah Peristiwa Rengasdengklok Hingga ke pegangsaan Lengkap.
BelajarbersamaVina
Halo sahabat ≧∇≦
Kali ini yang Vina bakal bahas sebuah peristiwa sejarah yang tak akan pernah hilang dalam benak rakyat maupun negeri Republik Indonesia.
Apa sih peristiwa itu? Peristiwa Rengasdengklok hingga ke pengangsaan timur adalah peristiwa cikal bakal kemerdekaan republik indonesia dari masa penjajahan. Nah guys, bagi aku peristiwa ini patut kita ketahui karena mengenal sejarah ini akan mengingatkan kita pada para tokoh pahlawan dan makna makna yang terkandung pada sejarah tersebut.
Nah,di blog aku ini ada 7 bagian yang akan aku jelaskan kekalian para pencinta sejarah :)
- Sejarah peristiwa Rengasdengklok.
- Latar belakang Peristiwa Rengasdengklok.
- Tujuan terjadinya peristiwa Rengasdengklok.
- Kronologi lengkap Peristiwa Rengasdengklok.
- Penyebab terjadinya Rengasdengklok.
- Tokoh Tokoh Dalam peristiwa Rengasdengklok.
- Makna yang terkandung dalam peristiwa Rengasdengklok.
Vina_Twinkle
Senin,4 mei 2020
Nah sahabat, Bagaimana sih sejarah peristiwa rengasdengklokyang melibatkan ir soekarno dan moh hatta. Mengapa bisa ya mereka diculik para pemuda dan apa tujuannnya para golongan muda ini melakukan hal tersebut (๑•‘ ₃ •’๑).
Yukss simak baik baik yaaa..
Selamat Membacaa :)
Baca juga:
A. Sejarah Peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur
Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa yang sangat kental di sela-sela proklamasi Republik Indonesia, Rengasdengklok selalu jadi bahan pembicaraan terutama menjelang HUT Kemerdekaan Indonesia. Rengasdengklok sebenarnya adalah nama sebuah kota kecil di Jawa Barat. Rengasdengklok menjadi menarik karena menjadi bagian dari sejarah Proklamasi Indonesia. Di kota inilah kedua pemimpin Bangsa Indonesia ditempatkan setelah melewati peristiwa “penculikan” oleh para pemuda di Jakarta.
Peristiwa itulah yang umum dikenal dengan nama Peristiwa Rengasdengklok, yang terjadi sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada kesempatan ini, kami akan menceritakan kembali seputar peristiwa Rengasdengklok. Uraiannya kami bagi menjadi dua bagian, yaitu latar belakang terjadinya peristiwa Rengasdengklok dan kronologis jalannya peristiwa itu, selamat membaca.
Peristiwa Rengasdengklok disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda berkaitan dengan waktu yang tepat untuk mengumandangkan Proklamasi kemerdekaan. Menurut pendapat golongan tua, untuk memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia harus menunggu waktu yang diberikan oleh pemerintah Jepang sebab mereka telah memberikan janji kemerdekaan, sedangkan menurut golongan muda, secepat mungkin dilaksanakan Proklamasi kemerdekaan dengan memanfaatkan kekosongan kekuasaan atau vacuum of power. Akibat munculnya perbedaan pendapat tersebut, maka golongan pemuda melakukan penculikan terhadap golongan tua, yaitu Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang diasingkan di Rengasdengklok.
Pada tanggal 16 Agustus 1945 di Asrama Baperpi Jalan Cikini 74 Jakarta, golongan muda mengadakan rapat yang dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr. Muwardi, dan Shudanco Singgih dan Paidan Peta Jakarta. Rapat ini membuat keputusan untuk mengasingkan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dan segala pengaruh Jepang. Untuk menghindari kecurigaan dari pihak Jepang, Shudanco Singgih mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan rencana tersebut.
Rencana tersebut berjalan lancar karena mendapat dukungan perlengkapan tentara Peta dan Cudanco Latief Hendraningrat sehingga tepat pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30, Ir.Soekarno, Mohammad Hattaa, dan sekelompok golongan pemuda tiba di Rengasdengklok. Atasan mereka membawa Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta untuk mengamankan mereka dari situasi genting yang terjadi di ibu kota. Di Rengasdengklok, akhirnya In. Soekarno dan Mohammad Hatta bersedia untuk menyatakan kemerdekaan setelah kembali ke Jakarta.
Sementara itu, di Jakarta terjadi perundingan antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua diwakili oleh Ahmad Subardjo, sedangkan golongan muda diwakili Wikana. Dan perundingan tersebut, diperoleh kesepakatan bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Ahmad Subardjo bersedia memberiikan jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan diumumkan pada keesokan harinya tanggal 17 Agustus 1945, maka Komandan Kompi Peta Rengasdengklok Cudanco Subeno bersedia melepaskan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.
Baca juga :
B. Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur.
Latar belakang peristiwa Rengasdengklok yang paling pertama adalah kekalahan bangsa Jepang, yang pada itu menjajah bangsa Indonesia. Jepang menyatakan dirinya kalah perang setelah kota penting mereka yaitu Hirosima dan Nagasaki di bom atom oleh Amerika Serikat.
Kekalahan tersebut pada akhirnya mampu tercium oleh para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia. Jepang pun pada akhirnya sudah mendirikan suatu komite yang terdiri dari orang orang Indonesia untuk mempersiapkan kemerdekaannya.
Beberapa golongan menilai bahwa komite tersebut masih tidak lepas dari tangan bangsa Jepang, sehingga golongan ini ingin melakukan usaha perjuangan kemerdekaan tanpa campur tangan bangsa Jepang sedikitpun. Hal inilah yang menjadi latar belakang kedua dari terjadinya peristiwa Rengasdengklok.
Latar belakang selanjutnya adalah adanya perbedaan pendapat yang terjadi antara golongan muda dan golongan tua dalam rangka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Golongan tua lebih setuju untuk menunggu proses perundingan dengan komite panitia kemerdekaan yang telah disusun oleh bangsa Jepang, untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Sementara golongan muda lebih setuju untuk segera langsung memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia tanpa menunggu keputusan panitia kemerdekaan bentukan Jepang (PPKI). Golongan muda sangat ingin untuk merealisasikan hal ini, karena melihat posisi kekalahan Jepang dan terjepit itu sebagai sebuah kesempatan emas.
C. Tujuan peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur.
Tujuan dari peristiwa ini tidak lepas dari peran para anggota muda yang ingin segera menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesia sesegera mungkin. Para anggota muda ini ingin mengamankan para tokoh tua ke suatu tempat yang aman.
Tempat yang aman ini jatuh kepada Rengasdengklok, yang berada di daerah Karawang provinsi Jawa Barat. Golongan tua yang nantinya menjadi presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia ini diamankan ke dalam sebuah rumah sederhana milik petani.Rengasdengklok dipilih karena dinilai sebagai tempat yang paling aman di antara tempat yang lainnya. Tempat ini dinilai dapat menghindarkan para golongan tua dari intervensi pihak luar.
Rengasdengklok dinilai paling aman karena berdasarkan perhitungan secara militer, tempat ini jauh dari daerah Jakarta dan juga Cirebon. Wilayah Rengasdengklok juga dipilih karena tempat ini dapat dengan mudah mengawasi pergerakan tentara Jepang dari arah Jakarta dan juga Bandung.
Baca juga :
D. Kronologi Lengkap peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur.
Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dimulai dari “penculikan” yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (a.l.) Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan.
"Menteng 31″ terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
Pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Berita tersebut dirahasiakan oleh tentara Jepang yang ada di Indonesia, tetapi para pemuda Indonesia kemudian mengetahuinya melalui siaran radio BBC di Bandung pada 15 Agustus 1945. Pada saat itu pula Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke tanah air dari Saigon, Vietnam untuk memenuhi panggilan Panglima Mandala Asia Tenggara, Marsekal Terauchi.
Pada 15 Agustus pukul 8 malam, para pemuda di bawah pimpinan Chairul Saleh berkumpul di ruang belakang Laboratorium Bakteriologi yang berada di Jalan Pegangsaan Timur No. 13 Jakarta. Para pemuda bersepakat bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan masalah rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada negara lain. Sedangkan golongan tua berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan melalui revolusi secara terorganisir karena mereka menginginkan membicarakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
Lain halnya dengan pendapat dari Drs. Moh Hatta dan Mr Ahmad Subardjo. Mereka berpedapat bahwa masalah kemerdekaan Indonesia, baik datangnya dari pemerintah Jepang atau hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri tidak perlu dipersoalkan, justru Sekutulah yang menjadi persoalan karena mengalahan Jepang dalam Perang Pasifik dan mau merebut kembali kekuasaan wilayah Indonesia.
Pada akhirnya terdapat perbedaan antara golongan tua dan golongan muda. Perbedaan pendapat tersebut mendorong golongan muda untuk membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta ke Rengasdengklok pada dini hari 16 Agustus 1945. Tujuan dilakukannya pengasingan tersebut adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Dipilihnya Rengasdengklok karena berada jauh dari jalan raya utama Jakarta-Cirebon dan di sana dapat dengan mudah mengawasi tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Baca juga :
Di Rengasdengklok Soekarno dan Hatta menempati rumah milik warga masyarakat yang bernama Jo Ki Song keturunan Tionghoa. Golongan muda berusaha untuk menekan kedua pemimpin bangsa tersebut. Tetapi karena kedua pemimpin tersebut berwibawa yang tinggi, para pemuda merasa segan untuk mendekatinya apalagi untuk menekannya. Ir. Soekarno menyatakan bersedia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah kembali ke Jakarta melalui pembicaraan dengan Sudancho Singgih.
Maka Sudancho Singgih kemudian kembali ke Jakarta untuk memberi tahu pernyataan Soekarno tersebut kepada kawan-kawannya dan pemimpin pemuda. Pada saat itu juga di Jakarta golongan muda (Wikana) dan golongan tua (Ahmad Soebardjo) melakukan perundingan. Hasil perundingannya adalah bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta.
Selain itu, Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan rumahnya untuk tempat perundingan dan ia bersedia untuk menjamin keselamatan para pemimpin bangsa. Akhirnya Soekarno dan Hatta dijemput dari Rengasdengklok.
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo di rumah Laksamana Tadashi Maeda dini hari tanggal 17 Agustus 1945.
Pada saat perumusannya, Soekarno membuat konsep dan kemudian disempurnakan oleh Hatta dan Ahmad Soebardjo. Setelah konsep selesai dan disepakati, Sayuti Melik kemudian menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman milik Mayor Dr. Hermann Kandeler.
Pada awalnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dibacakan di Lapangan Ikada. Tetapi melihat jalan menuju ke Lapangan Ikada dijaga ketat oleh pasukan Jepang bersenjata lengkap, akhirnya pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di kediaman Ir. Soekarno yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 (pertengahan bulan Ramadhan) pukul 10.00 dibacakanlah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan kemudian disambung dengan pidato singkat tanpa teks. Bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan olah seorang prajurit PETA, Latief Hendraningrat yang dibantu oleh Soehoed. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.
Baca juga :
E. Penyebab Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur.
Penyebab Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok yaitu adanya Perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda mengenai waktu proklamasi merupakan penyebab terjadinya”Peristwa Rengasdengklok”. Peristiwa ini terjadi tanggal 16 Agustus 1945, para pemuda membawa Ir. Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok. Tujuannya untuk mengamankan Soekarno dan Hatta agar tidak terpengaruholeh Jepang. Golongan muda menghendaki agar proklamasi dilaksanakan secepatnya tanpa melalui PPKI ( Dokuritsu Cosakai Inkai ).
1. Alasan pemilihan tempat ke Rengasdengklok, kota disebelah utara Karawang Jawa Barat :
- Letaknya sudah jauh dari Jakarta sehingga tidak diganggu oleh pihak Jepang.
- Merupakan kota yang pertama kali bebas dari kekuasan Jepang, yang telah diduduki para anggota PETA yang dipimpin oleh Syodanco Subeno.
2. Alasan pemilihan tempat ke Rengasdengklok, kota disebelah utara Karawang Jawa Barat :
- Letaknya sudah jauh dari Jakarta sehingga tidak diganggu oleh pihak Jepang.
- Merupakan kota yang pertama kali bebas dari kekuasan Jepang, yang telah diduduki para anggota PETA yang dipimpin oleh Syodanco Subeno.
F. Tokoh Tokoh golongan Peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur.
Terjadinya peristiwa rengasdengklok melibatkan beberapa tokoh, yaitu sebagai berikut :
- Golongan muda : Yusuf Kunto, Wikana, Sukarni, Iwa Kusuma, Syodanco Singgih, dan Subeno.
- Golongan Tua : Ir. Soekarno, Drs.Moh Hatta, Mr.Ahmad Subardjo.
G. Makna yang terkandung dalam peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur.
Peristiwa Rengasdengklok merupakan salah satu kejadian yang melatarbelakangi dilakukannya proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Banyak sekali tokoh yang berperan dalam peristiwa tersebut, dan saat ini mereka dikenang sebagai pakhlawan nasional yang namnay selalu tercatat dalam buku sejarah bangsa Indonesia.
Kita sebagai generasi penerusnya tentu saja harus selalu berterima kasih kepada mereka karena tanpa usaha dan keberanian semua tokoh yang terlibat pada kejadian tersebut mungkin saat ini kita tidak bisa hidup dengan damai seperti ini. Golongan muda disaat itu mendesak pra tokoh Indonesia supaya segera memplokamirkan kermerdekaan Indonesia karena telah mengetahui kekalahan Jepang oleh sekutu.
Dari kejadian tersebut ada makna yang sangat penting dan berpengaruh bagi kemerdekaan Indonesia.
Makna utama dari peristiwa rengasdengklok adalah para golongan muda ingin mempercepat proses proklamasi tanpa harus menunggu atau terpengaruh oleh bangsa Jepang. Itulah mengapa Ir. Soekarno dikala itu dibawa ke Rengasdengklok untuk diamankan sekaligus supaya tidak terpengaruh oleh Jepang.
Dengan demikian Bangsa Indonesia dapat segera memplokamirkan prokalmai tanpa intervensi ataupun gangguan dari pihak Jepang sehingga Indonesia bisa merdeka seutuhnya. Untuk lebih lengkapnya silahkan membaca artikel Peristiwa Rengasdengklok yang sudah kami publikasikan sebelumnya.
Baca Juga :
Semoga dengan membaca artikel ini sahabat semua jadi lebih paham tentang makna peristiwa Rengasdengklok yaitu untuk mencegah para pemimpin Indonesia dari pihak Jepang. Selain itu juga untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang sudah menunggu selama bertahun-tahun lamanya. Sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita selalu mendoakan oara pakhlawan yang telah gugur agar tenang di sisinya :)
Dan kita juga wajib menjaga kermerdekaan Indonesia seutuhnya jiwa dan raga dengan cara menjadi seseorang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kemudian arti penting peristiwa Rengasdengklok adalah agar perumusan proklamasi Indonesia bisa dilaksanakan secepat mungkin.
Tamat ≧ω≦
Nah sahabat, Demikianlah pembahasan dari aku :) semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua mengenai Peristiwa Rengasdengklok hingga ke pegangsaan timur. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita khususnya untuk sejarah indonesia ^o^
Terimakasih banyak sahabat sudah mengunjungi artikel ini ≧∇≦ , dan jangan sampai ketinggalan post terbaru dari blog aku yaa. Kalian juga bisa loh request pembahasan lainnya dengan komen di blog aku :).
For you Information..
Blog : https://belajarbersamavina.blogspot.com.
https://smartkalsel.blogspot.com.
Chanel you tube : Vina_Twinkle
Instagram : @Vina_twins02
@My_cats_twins02
Business : vinadayah@gmail.com
Facebook : vina_twinkle02
Jangan lupa share ya guyss ~\(≧▽≦)/~
Baca juga Artikel lainnya :




















Ya allah panjang amat.... Kasih ringkasan nya aja ngapa😅
BalasHapusYa kan judulnya aja secara lengkap. Makanya membahasnya juga lengkap ≧∇≦
Hapus