Pengertian Drama, definisi para ahli, ciri ciri, unsur-unsur, struktur, jenis-jenis, - LENGKAP

Pelajaran Bahasa Indonesia

Pengertian Drama, para ahli, ciri-ciri, unsur unsur, struktur, jenis-jenis


Vina twinkle
Senin 13 april 2020

1. Pengertian Drama Secara Umum

Drama Pengertian drama kata ganti di bahasa Yunani “draomai” yang artinya bergerak, mengendalikan. Drama Pengertian secara umum adalah genre karya sastra yang terdiri dari karangan yang menggambarkan atau mengilustrasikan realita kehidupan, watak, dan tingkah laku manusia di mana kisah yang disampaikan melalui peran dan dialog.

Dialog Definisi drama merupakan salah satu bentuk karya sastra. Drama juga diartikan sebagai jenis karya sastra yang menggambarkan suatu kisah, watak, dan tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang melibatkan di atas panggung dalam beberapa babak.



Kisah dan kisah dalam drama yang mengandung konflik dan dialog yang mendukung untuk orang yang melihat atau mendengarkan drama tersebut. Drama Naskah diperankan oleh aktor yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan konflik dan transisi penuh.

Baca juga :


2. Drama Pengertian Menurut Para Ahli

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Drama pengertian berdasarkan KBBI adalah cerita atau kisah, yang membahas tentang konflik atau kalimat yang khusus untuk pertunjukan teater.

• Wikipedia

Drama Pengertian menurut Wikipedia adalah suatu genre (jenis) karya sastra yang mencerminkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita pada suatu kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui berbagai peran dan dialog yang dipentaskan.

• Budianta dkk

Drama pengertian menurut Budianta dkk adalah jenis karya sastra di mana bentuknya merupakan dialog antar tokoh.

• Seni Handayani

Drama Pengertian berdasarkan Seni Handayani adalah bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra senior dan drama jadi dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

• Sumarjo

Drama Pengertian menurut Sumarjo adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertanyakan oleh aktor.

• Wildan

Drama Pengertian menurut Wildan adalah salah satu komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

• Tjahjono

Drama Pengertian menurut Tjahjono adalah tontonan atau tontonan yang sering disebut dengan istilah teater. Sebagai pertunjukan senior, drama ini juga memiliki sifat ephemeral, artinya bermula pada malam dan berakhir pada malam yang sama juga.

• Tambojang

Drama Pengertian menurut Tambojang adalah cerita yang unik. Ia tidak dapat dibaca saja, tetapi dipertanyakan sebagai tontonan. Sebagai tontonan, drama adalah kesenian ephemeral, artinya bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama.

• Moulton

Drama Pengertian menurut Moulton adalah kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan.

Baca juga :


• Balthazar Vallhagen

Drama Pengertian menurut Balthazar Vallhagen adalah sebuah karya yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam bentuk gerakan.

• Anne Civardi

Drama Pengertian oleh Anne Civardi adalah suatu kisah yang diceritakan melalui gerakan dan kata-kata.

• Tim Matrix Media Literata

Drama Pengertian menurut Tim Matrix Media Literata adalah bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan sifat manusia melalui interaksi (akting) yang dipentaskan.

• ER Reaske

Drama Pengertian menurut ER Reaske adalah sebuah karya seni sastra atau komposisi, yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas manusia dengan segala penampilan, berbagai tindakan dan juga dialog antara berbagai tokoh.

• Ferdinand Brunetierre

Drama Pengertian menurut Ferdinand Brunetierre adalah karya sastra yang disampaikan dengan aksi atau gerakan dan disampaikan keinginan bagi yang dilihat.

• Krauss

Drama Pengertian menurut Krauss adalah suatu bentuk gambaran seni yang berasal dari nyanyian dan bahasa ibadat Yunani kuno, yang diuraikan dengan jelas terorganisir dialog dramatis, sebuah konflik dan cara penyelesaiannya membahas di atas panggung.

3. Ciri Ciri Drama

Drama Ciri atau ciri khas, yaitu:
  • Seluruh kisah dalam cerita drama disampaikan dalam bentuk dialog, baik dialog antar tokoh maupun dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog).
  • Drama harus memiliki karakter atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka.
  • Dalam drama harus ada konflik atau peran yang menjadi inti dari cerita drama.
  • Drama durasi waktu pementasan dapat berlangsung selama sekitar tiga jam.
  • Drama khusus pementasan dilakukan di atas panggung yang dilengkapi perlengkapan dan perlengkapan untuk menghidupkan suasana.
  • Pertunjukan drama selalu dilakukan dihadapan penonton di mana drama tersebut dilakukan sebagai sarana hiburan.


4. Drama Unsur-Unsur

Drama unsur uns terdiri dari:

a. Tema

Drama Pengertian tema adalah ide pokok atau ide yang mendasari pembuatan sebuah drama. Tema yang biasa diangkat dalam drama membahas masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, persetujuan sosial, penindasan, ketuhanan, keluarga yang direbut kembali, patriotisme, perikemanusiaan, dan renungan hidup

b. Tokoh

Pengertian tokoh adalah orang yang berpartisipasi dalam drama. Tokoh dapat dibedakan menjadi berikut.
Berdasarkan sifatnya, tokoh prioritas menjadi:
  • Tokoh protagonis, yaitu tokoh utama yang mendukung cerita.
  • Tokoh antagonis, yaitu tokoh penentang cerita.
  • Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis.
Berdasarkan perannya, lawan setuju menjadi tiga, dibahas yaitu:
  • Tokoh sentral, yaitu tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam drama. Tokoh merupakan penyebab penyelesaian konflik. Tokoh sentral memuat tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
  • Tokoh utama, yaitu tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral Dapat juga berperan sebagai tokoh sentral. Dalam hal ini adaiah tokoh tritagonis.
  • Tokoh pembantu, yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rangkai cerita

c. Perwatakan / Penokohan

Pengertian perwatakan / penokohan adalah penggambaran sifat batin seseorang yang disajikan dalam cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama yang digambarkan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah Iaku sang tokoh. Watak para tokoh yang digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional), sebagaimana dimaksud:
  • Keadaan Fisik, diterjemahkan melalui umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, suku bangsa, raut muka, kesukaan, tinggi / pendek, tebal / gemuk, atau suka senyum / cemberut.
  • Keadaan psikis, diterbitkan watak, kegemaran, mental, standar moral, temperamental, advokasi, psikologis yang dialami, dan transisi.
  • Keadaan sosiologis, melengkapi jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dan ideologi.

Baca juga : 


d. Pengaturan atau Latar

Pengaturan atau tempat kejadian cerita yang sering disebut juga latar cerita Pengaturan
  • Pengaturan tempat adalah tempat perpindahan cerita dalam drama Pengaturan tempat tidak dapat berdiri sendiri. Pengaturan tempat terkait dengan pengaturan ruang dan waktu.
  • Pengaturan waktu adalah waktu / zaman / periode sejarah waktu cerita dalam drama.
  • Pengaturan suasana adalah suasana yang mendukung perbaikan cerita.
  • Mengatur cerita yang dapat didukung dengan tata suara atau tata lampu saat pementasan drama.

e.  Dialog (Percakapan)

Ciri khas naskah drama berbentuk cakapan atau dialog. Berikut beberapa hal yang dibahas dengan dialog dalam naskah drama, dibahas yaitu:
  • Dialog harus mencerminkan percakapan sehari-hari, karena drama merupakan memeik (tiruan) dari kehidupan sehari-hari.
  • Ragam bahasa dalam drama dialog menggunakan bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis.
  • Diksi (pilihan kata) yang digunakan dalam drama harus terkait dengan konflik dan plot.
  • Dialog dalam naskah drama juga harus estetis, artinya memiliki bahasa yang indah.
  • Dialog harus mewakili tokoh yang dibawakan, baik watak secara psikologis, sosiologis, maupun fisiologis.

Baca juga :


f.  Konflik

Pengertian konflik adalah pertentangan atau masalah dalam drama. Konflik dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dan internal.
  • Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya.
  • Konflik internal adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.

g. Amanat atau Pesan Pengarang

Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton melalui karyanya (termasuk drama). Aman, aktif subjektif dan umum, sementara tema aktif lugas, objektif, dan khusus. Drama amanat selalu berhubungan dengan tema drama.


5. Struktur Drama

Struktur drama terdiri atas:

a. Babak atau Episode

Pengertian babak atau episode adalah bagian dari naskah drama yang merangkum peristiwa yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.

b.  Adegan

Adegan adalah bagian dari drama yang menunjukkan perubahan yang ditandai dengan perubahan pengaturan waktu, tempat, dan tokoh.

c.  Dialog

Dialog Pengertian adalah percakapan yang dilakukan oleh dua atau beberapa tokoh dalam drama. Dialog merupakan hal utama yang menentukan drama dengan karya sastra lainnya.

d.  Prolog

Pengertian prolog adalah kata pengantar kompilasi akan masuk dalam sebuah drama yang memberikan gambaran umum tentang drama yang dipentaskan.

e.  Epilog

Pengertian epilog adalah bagian akhir dari sebuah drama sedangkan isinya menjelaskan kesimpulan, makna, dan pesan dari drama yang dipentaskan.


6. Jenis-Jenis Drama

a.  Jenis Drama Berdasarkan Keberadaan Drama Naskah

Berdasarkan naskah drama dan tidaknya, drama dapat dikelompokkan menjadi:

- Drama Modern

Drama Pengertian modern adalah jenis drama yang menggunakan naskah Dimana drama ini bertolak dari hasil sastra yang tersusun untuk pementasan. Jenis drama modern yaitu:
  • Konvensional atau sandiwara adalah sebuah drama yang bertolak dari para pelaku atau tokoh drama yang diberikan secara konvensional.
  • Kontemporer atau teater mutakhir adalah sebuah drama yang mendobrak konvensi lama & penuh dengan pembaharuan, penyajian baru, koordinasi baru, ide-ide yang baru, juga penggabungan konsep barat dan timur.

- Drama Tradisional

Drama tradisional atau klasik adalah jenis drama yang tidak menggunakan naskah drama dan drama ini bersumber dari tradisi suatu masyarakat yang sifatnya improvisatoris dan spontan. Jenis drama tradisional dikeluarkan:
  • Drama wayang seperti wayang golek, wayang kulit, wayang orang dan lain sebagainya.
  • Drama rakyat seperti ketoprak dan randai.
  • Drama tutur yang diucapkan dan belum diperankan seperti dalang jemblung dan kentrung.
  • Drama bangsawan yang dirancang oleh konsep teater barat dan ditunjang juga dengan tradisi melayu & timur tengah seperti contoh komedi stambul dan bangsawan.

b. Jenis Drama Berdasarkan Penyajian Lakon

Berdasarkan penyajian lakon, jenis drama dibedakan menjadi:
  • Tragedi, yaitu drama yang penuh dengan kesedihan
  • Komedi, yaitu drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
  • Tragekomedi, yaitu perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
  • Opera, yaitu drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
  • Melodrama, yaitu drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi / musik.
  • Lelucon, yaitu drama yang menyesuaikan dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
  • Tablo, yaitu jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mendukung dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
  • Sendratari, yaitu gabungan antara drama seni dan seni tari.

c. Jenis Drama Berdasarkan Sarana Pementasannya

Berdasarkan fasilitas pementasannya, jenis drama dibagi menjadi:
  • Drama Panggung, yaitu drama yang dimainkan oleh para aktor di panggung.
  • Radio Drama. Drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat.
  • Drama Televisi. Hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba.
  • Film Drama. Film drama menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop.
  • Drama Wayang, yaitu drama yang diiringi pagelaran wayang.
  • Drama Boneka. Drama para tokoh yang diputar dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.

Sumber :
https://baabun.com/pengertian-drama/amp/

Jangan lupa Share yaaaa

FacebookTwitterWhatsappLineInstagram

Baca juga artikel lainnya :







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Lengkap KTN (Komisi Tiga Negara), pengertian, tugas-tugas, anggota dan isi dari KTN, sikap belanda terhadap indonesia, dampak dari KTN, Perjanjian serta isi dari Renville ≧∇≦....

Materi lengkap angin:pengertian,faktor,sifat,macam,proses terjadinya, manfaat serta gambarnya ≧∇≦

Materi lengkap hujan:pengertian,teori para ahli, jenis, manfaat,alat ukur, dampak hujan beserta gambarnya.≧ω≦