Bab 1 seni budaya. Apresiasi seni dua dimensi ≧∇≦

DVmygenius
 


Hello Temen Temen ≧∇≦ 
Jumpa lagi guys... Hari ini kita bakal bahas materi bab 1 seni budaya tentang seni dua dimensi. Jadi, aku bukan hanya memberikan materi tapi juga memberikan analisis analisis dalam setiap gambar seni dua dimensi ʕ•ﻌ•ʔ 

Daravina282

A. Dayak Dance, karya Ahmad Gani (2005)


          Dayak Dance merupakan salah satu karya seni rupa dua dimensi milik Ahmad Gani. Beliau melukis ini diatas kanvas dengan cat minyak dan akrilik. Karya seni ini merupakan karya seni dua dimensi yang tergolong kedalam seni murni, yang hanya bisa dinikmati keindahannya. Selain itu, karya seni ini juga termasuk kedalam aliran Naturalisme. 

Terlihat bahwa lukisan ini menggunakan teknik Aquarel, sehingga terlihat tembus pandang pada setiap simbol yang bertumpukan. Pada lukisan ini terdapat simbol orang sedang menari Tarian Dayak, disertai senjata dan tameng yang dipegang oleh simbol orang tersebut. Selain itu, terdapat juga simbol ukiran khas Suku Dayak yang membuat lukisan tersebut semakin terasa hidup dan sangat menonjolkan kebudayaan dari Suku Dayak tersebut.

Terlihat memang si Pelukis ingin menyajikan keindahan dari kebudayaan Suku Dayak yang sangat khas. Namun, pada simbol kaki di pojok  kiri bawah lukisan, terdapat kekurangan yaitu simbol kaki dengan simbol seperti goong yang terlihat menyatu dan kurang pas, sehingga bentuk simbol kakinya terkesan aneh.

Baca juga :

B. Kakek Petarung Ayam, karya Lee man Fong (1941)


            Kakek Petarung Ayam merupakan salahsatu karya seni rupa dua dimensi milik Lee man Fong. Beliau melukis ini diatas kanvas dengan cat minyak. Ukuran lukisan ini adalah 83 x 61 cm. Karya seni ini merupakan karya seni dua dimensi yang tergolong kedalam seni murni, yang hanya bisa dinikmati keindahannya. 

Terlihat bahwa lukisan ini menggunakan teknik Campuran, sehingga terlihat dari percampuran teknik basah dan kering membuat lukisan tersebut sangat kontras. Selain itu, karya seni ini juga termasuk kedalam aliran Realisme dengan sentuhan Naturalisme. 

Pada lukisan ini terdapat simbol kakek dan ayam yang paling dominan. Nampaknya pelukis ingin menyajikan karyanya ini dengan secara alami kehidupan seorang kakek yang sering mengadukan ayamnya. Terlihat bahwa pelukis menampilkan latar belakang si kakek yang merupakan orang desa. 

Lukisan ini sangat klasik dan sangat menampilkan suasana yang ingin dibuat oleh si pelukis. Si pelukis pun seperti tanpa ragu dalam memainkan kuasnya dan warnanya dalam menggambar, terlihat dari goresan kuas pada lukisan tersebut.

Baca juga :

C.   Dinamika, karya Sukma Toshar


          Dinamika merupakan salahsatu karya seni rupa dua dimensi milik Sukma Toshar. Beliau melukis ini diatas kanvas dengan cat akrilik. Ukuran lukisan ini adalah 98 x 135 cm. Karya seni ini merupakan karya seni dua dimensi yang tergolong kedalam seni murni, yang hanya bisa dinikmati keindahannya. 

Terlihat bahwa lukisan ini menggunakan teknik Plakat, sehingga terlihat pekat dan menutupi median lain yang ditumpuknya. Selain itu, karya seni ini juga termasuk kedalam aliran Abstraksionisme. Pada lukisan ini terdapat simbol yang terlihat seperti tulang rusuk. Garis-garis tersebut sangat tegas, spontan, dan beraturan. 

Lukisan ini memiliki keindahan yang berbeda-beda, tergantung interpretasi setiap penikmat, karena memang ini lukisan abstrak. Pada lukisan ini, pelukis ingin menggambarkan kehidupan yang dinamis. Meskipun sesuatu yang sangat abstrak, namun memiliki alur yang jelas.

Baca juga :

D. Gemstone 9, karya Haris purnomo (2007)


          Gemstone 9 merupakan salahsatu karya seni rupa dua dimensi milik Carol Nelson. Beliau melukis ini diatas kanvas dengan cat minyak dan cat akrilik. Ukuran lukisan ini adalah 200 x 250 cm. Karya seni ini merupakan karya seni dua dimensi yang tergolong kedalam seni murni, yang hanya bisa dinikmati keindahannya. 

Terlihat bahwa lukisan ini menggunakan teknik Plakat dan teknik Aquarel, sering disebut multi teknik, sehingga terlihat pekat, namun warnanya tidak saling menimpa malah menyatu. Selain itu, karya seni ini juga termasuk kedalam aliran Naturalisme dengan sentuhan Abstraksionisme. Terlihat simbol seperti batu batu yang terak dan berwarna indah. 

Dalam lukisan ini, pelukis seperti ingin menunjukan keindahan dalam batu yang terlihat berwarna-warna hangat dan indah. Simbol kotak ditengah tersebut menggambarkan bagian batu yang terbagus diantara bagian yang lain.

Baca juga  :

E. Bayi Garuda 1, karya Carol Nelson (2012)


          Bayi Garuda 1 merupakan salahsatu karya seni rupa dua dimensi milik Haris Purnomo. Beliau melukis ini dengan cara mixed media, yaitu dengan menggunakan alat dan bahan yang banyak, tidak hanya satu bahan dan alat. Ukuran lukisan ini adalah 15,2 x 20,3 cm. Karya seni ini merupakan karya seni dua dimensi yang tergolong kedalam seni murni, yang hanya bisa dinikmati keindahannya. 

Terlihat bahwa lukisan ini menggunakan teknik Spray, sehingga terlihat nyata dan cenderung lebih visual. Selain itu, karya seni ini juga termasuk kedalam aliran Naturalisme dengan sentuhan Surealisme. Pada lukisan ini, terdapat simbol bayi dan bulu, mungkin pelukis menggambarkan bulu tersebut adalah bulu garuda, sehingga mewakili garuda tersebut. 

Sehingga nampaknya pelukis ingin mengekspresikan dirinya dan menyampaikan gagasannya tanpa memperhatikan keadaan yang biasa terjadi di masyarakan, yaitu terlihat dalam lukisannya bayi yang tubuhnya bertato, dalam kehidupan mayarakat itu tidak mungkin terjadi.  

Mungkin pelukis ingin menyampaikan bahwa bayi sebagai penerus generasi selanjutnya akan menjadi baik atau buruk prilaku dan perbuatannya tergantung bagaimana ia tumbuh dan berkembang dan bagaimana tempat ia tinggal juga akan mempengaruhi bayi tersebut.

Baca juga :

F. Only Designer Drugs Can TAme This Beast Inside Me, karya Indieguerillas (2013)


            Only Designer Drugs Can TAme This Beast Inside Me merupakan salahsatu karya seni rupa dua dimensi milik Indieguerillas. Beliau melukis ini diatas kanvas dengan cat minyak dan cat akrilik. Ukuran lukisan ini adalah 190 x 300 x 5 cm. Karya seni ini merupakan karya seni dua dimensi yang tergolong kedalam seni murni, yang hanya bisa dinikmati keindahannya. 

Terlihat bahwa lukisan ini menggunakan teknik Plakat, sehingga terlihat pekat dan menutupi median lain yang ditumpuknya.. Selain itu, karya seni ini juga termasuk kedalam aliran Surealisme. Dalam lukisan ini, terdapat simbol-simbol yang aneh dan unik, serta sulit untuk dipahami bentuk dan maksudnya. 

Sehingga terlihat si pelukis sangat mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan gagasannya dalam bentuk lukisan yang sangat aneh jika orang awam yang melihatnya. Pantas saja namanya juga Only Designer Drugs Can TAme This Beast Inside Me sehingga yang tahu artinya hanya dirinya si pelukis tersebut. 

Jikalau kita melihat dari judulnya, nampaknya pelukis ingin menyampaikan bahwa di dalam dirinya seperti ada moster yang seperti itu. Entah itu ungkapan frustasi ataupun kebanggaan.

Baca juga :

  • Berikut ini Menganalisis seni dua dimensi pada pembahasan diatas.
  • Gambar 1

a. Karya : 

Dayak Dance, Ahmad Gani (2005).

b. Fungsi : 

karya seni merupakan karya seni dua dimensi yang tergolong dalam seni murni, yang hanya bisa dinikmati keindahannya. pada lukisan ini terdapat simbol orang sedang menari tarian Dayak, disertai senjata dan tameng yang dipegang oleh simbol tersebut. terlihat pelukis ingin menyajikan keindahan dari kebudayaan suku Dayak yang sangat khas. 

c. Media alat dan bahan :

Cat minyak dan cat akrilik (oil on canvas). cat minyak diatas Kanvas adalah bahan yang paling populer, dan bisa digunakan dalam berbagai teknik gaya lukisan, halus ataupun bertekstur. bahan melukis ini berbasis minyak, dan memiliki tingkatan kualitas mulai dari kualitas normal hingga kualitas tinggi dan dibedakan dengan harga.

d. Teknik yang digunakan :

Teknik Aquarel
Teknik Aquarel adalah teknik melukis dengan menggunakan cat air (Aquarel) dan sapuan warna yang tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan terkesan tembus pandang atau transparan pada setiap simbol yang bertumpukan.

e. Aliran : 

Aliraan Naturalisme
Naturalisme melukiskan segala sesuatu sesuai dengan Nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita.

  • Gambar 2

a. Karya : 

kakek petarung ayam, lee man fong (1941)

b. Fungsi :

Sebagai hiasan dalam ruangan dan merupakan lukisan yang terdapat simbol kakek dan ayam yang paling dominan. nampaknya pelukis ingin menyajikan karyanya ini dengan secara alami kehidupan seorang kakek yang sering mengadukan ayam nya. lukisan ini sangat klasik dan sangat menampilkan suasana yang ingin dibuat oleh si pelukis.

c. Media alat dan bahan :

(Oil on Canvas) karya seni ini dibuat di atas kanvas dengan cat minyak. cat minyak diatas Kanvas adalah bahan yang paling populer dan biasa digunakan dalam berbagai teknik gaya lukisan halus ataupun bertekstur. alat pendukung lainnya dapat berupa pisau lukis, kain lap, Easel, dan bingkai (untuk meletakkan hasil lukisan).

d. Teknik yang digunakan :

Teknik Campuran
Teknik campuran merupakan salah satu teknik seni lukis yang bisa menutupi teknik basah dan teknik kering dalam lukisan agar lukisan terlihat sangat kontras.

e. Aliran :

Aliran  realisme dengan sentuhan naturalisme.
Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan objek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu yang kemudian diberi sedikit sentuhan atau realisme sehingga sesuatu sesuai dengan atur atau alam nyata.

Baca juga :

  • Gambar 3

a. Karya :

Dinamika, Sukma Toshar (2012)

b. Fungsi :

Sebagai hiasan dalam ruangan dan merupakan lukisan dengan simbol yang terlihat seperti tulang rusuk. lukisan ini memiliki keindahan yang berbeda-beda. tergantung interpretasi setiap penikmat, karena memang ini lukisan abstrak. pada lukisan ini, pelukis ingin menggambarkan kehidupan yang dinamis. meskipun sesuatu yang sangat abstrak, namun memiliki alur yang jelas.

c.  Media alat dan bahan :

Lukisan ini dilakukan di atas kanvas dengan cat aklirik. ukuran lukisan ini adalah 98 × 135 cm. cat akrilik di atas kanvas dapat memudahkan lukisan agar cepat kering karena terbuat dari pigmen yang tersebut dalam emulsi polimer aklirik. cat aklirik larut dalam air, tetapi menjadi tahan air saat kering.

d. Teknik yang digunakan :

Teknik plakat
Lukisan ini menggunakan teknik plakat yang merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat dengan sapuan warna yang tebal sehingga hasil lukisan tampak pekat atau menutupi seluruh medianya.

e. Aliran

Aliran Abstraksionisme
Abstraksionisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non representasional. aliran ini juga dikenal aliran yang menghindari peniruan objek dan menggantikan unsur bentuk dan porsinya.

  • Gambar 4

a. Karya :

Gemstone 9, Haris purnomo (2007)

b. Fungsi :

Sebagai hiasan dalam ruangan dan merupakan lukisan dengan simbol seperti batu-batu yang terang dan berwarna indah. Dalam lukisan ini, pelukis seperti angin menunjukkan keindahan dalam buku yang terlihat berwarna warna hangat Indah. simbol Kotak di tengah tersebut menggambarkan bagian batu yang terbagus di antara bagian yang lain.

c. Media alat dan bahan :

Lukisan ini dibuat atas kanvas dengan cat minyak dan cat akrilik (oil on canvas). cat minyak diatas Kanvas adalah bahan yang paling populer, dan bisa digunakan dalam berbagai teknik gaya lukisan, halus ataupun bertekstur. bahan melukis ini berbasis minyak, dan memiliki tingkatan kualitas mulai dari kualitas normal hingga kualitas tinggi dan dibedakan dengan harga.

d. Teknik yang digunakan :

Teknik plakat & Teknik Aquarel
Lukisan ini menggunakan teknik plakat yang merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat dengan sapuan warna yang tebal sehingga hasil lukisan tampak pekat atau menutupi seluruh medianya.
Teknik Aquarel adalah teknik melukis dengan menggunakan cat air (Aquarel) dan sapuan warna yang tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan terkesan tembus pandang atau transparan pada setiap simbol yang bertumpukan.

e. Aliran :

Aliran Naturalisme dengan sentuhan Abstraksionisme. 
Aliran Naturalisme melukiskan segala sesuatu sesuai dengan Nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita  dengan sentuhan abstraksionisme yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non representasional.

  • Gambar 5


a. Karya : 

Bayi Garuda, Carol Nelson (2012)

b. Fungsi :

Sebagai hiasan dalam ruangan dan merupakan lukisan dengan simbol bayi dan garuda. lukisan ini menyampaikan bahwa bayi sebagai penerus selanjutnya akan menjadi baik atau buruk perilaku dan perbuatannya tergantung bagaimana ia tumbuh dan berkembang dan bagaimana tempat ia tinggal akan mempengaruhi bayi tersebut.

c. Media alat dan bahan :

Lukisan ini dibuat dengan cara mixed media, yaitu dalam seni visual. media campuran adalah karya seni dimana lebih dari satu media atau bahan telah digunakan. bahan yang berbeda-beda termasuk kain, kertas kayu, dan benda yang ditemukan. ukuran lukisan ini adalah 15,2 × 20,3 cm.

d. Teknik yang digunakan :

Teknik Spray
Teknik spray atau semprot adalah cara melukis dengan bahan cair yang disemprotkan dengan sprayer. Teknik ini sering digunakan untuk membuat sekitarnya visual dan cenderung lebih nyata.

e. Aliran :

Aliran Naturalisme dengan sentuhan Aliran Surealisme.
Naturalisme  melukiskan segala sesuatu sesuai dengan Nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita dengan sentuhan surealisme yaitu seni yang menunjukkan kebebasan kreativitas sampai melampaui batas logika.

Baca juga :

  • Gambar 6


a. Karya :

Only Designer Drugs Can Tame This Beast Inside me, karya indieguerilas (2013)

b. Fungsi :

Sebagai hiasan dalam ruangan dan merupakan lukisan yang memiliki simbol aneh dan unik serta sulit dipahami karena sang pelukis mengekspresikan dirinya dalam menyampaikan gagasannya dalam bentuk aneh jika orang awam yang melihatnya.  lukisan ini menyampaikan bahwa diri pelukis seperti ada monster yang seperti itu. entah itu ungkapan prestasi ataupun kebanggaan.

c. Media alat dan bahan :

cat minyak dan cat akrilik (oil on canvas). cat minyak diatas Kanvas adalah bahan yang paling populer, dan bisa digunakan dalam berbagai teknik gaya lukisan, halus ataupun bertekstur. bahan melukis ini berbasis minyak, dan memiliki tingkatan kualitas mulai dari kualitas normal hingga kualitas tinggi dan dibedakan dengan harga.

d. Teknik yang digunakan :

Teknik Plakat
Lukisan ini menggunakan teknik plakat yang merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat dengan sapuan warna yang tebal sehingga hasil lukisan tampak pekat atau menutupi seluruh medianya.

e. Aliran :

Aliran Surealisme. 
Surealisme adalah suatu aliran seni yang menunjukkan kebebasan kreativitas sampai melampaui batas logika aliran ini adalah lukisan realisme dan naturalisme yang berupa daya khayal atau merupakan mimpi.

Baca juga :

Nah sahabat, Demikianlah artikel


Terimakasih banyak sahabat sudah mengunjungi artikel ini ≧∇≦ , dan jangan sampai ketinggalan post terbaru dari blog aku yaa. Kalian juga bisa loh request pembahasan lainnya dengan komen di blog aku :).

For you Information..  
Blog : https://DVmygenius.blogspot.com.
           https://smartkalsel.blogspot.com.
Chanel you tube : DV Sabuku
Instagram : @Daravina282
                     @DV_mygenius
                     @DV_myfashion
Business : vinadayah@gmail.com
Wattpad : DV_mystories
Facebook : vina Hidayah


Jangan lupa share ya guyss ~\(≧▽≦)/~
FacebookTwitterWhatsappLineInstagram

Baca juga artikel lainnya yaa:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Lengkap KTN (Komisi Tiga Negara), pengertian, tugas-tugas, anggota dan isi dari KTN, sikap belanda terhadap indonesia, dampak dari KTN, Perjanjian serta isi dari Renville ≧∇≦....

Materi lengkap angin:pengertian,faktor,sifat,macam,proses terjadinya, manfaat serta gambarnya ≧∇≦

Materi lengkap hujan:pengertian,teori para ahli, jenis, manfaat,alat ukur, dampak hujan beserta gambarnya.≧ω≦